5 Fakta Tren Black Widow di Rusia, Menikah demi Santunan Kematian Rp1,1 Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kisah Maria dari St. Petersburg mengungkap tren "janda hitam" di Rusia, di mana pernikahan palsu dilakukan demi santunan kematian bagi tentara yang gugur. Maria terkejut mengetahui ayahnya, Yury, telah menikah dua hari sebelum berangkat ke Ukraina tanpa sepengetahuannya. Wanita yang dinikahi berusia 22 tahun lebih muda dan menjadi ahli waris, berhak atas kompensasi 5 juta rubel atau sekitar 1,1 miliar rupiah. Maria menyatakan syok dan curiga penipuan karena tidak mengenal wanita tersebut.
Praktik ini menjadi perhatian publik karena penipu menargetkan tentara rekrutan untuk menikah sebelum mereka dikirim ke medan perang atau saat sekarat, guna mengklaim santunan. Kasus serupa termasuk seorang perawat di rumah sakit militer yang dipecat karena menikahi lima tentara yang dirawatnya sebelum mereka meninggal. Kemarahan publik meningkat seiring kekhawatiran terhadap dampak perang Ukraina yang masih disebut Kremlin sebagai operasi militer khusus.
Bagikan
Berita terkait
Bisnis Nestle Dihantam Badai, Aset Disita
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 21.30
8 WNI Jadi Tentara Rusia, Wamen P2MI Minta Aparat Usut Dugaan TPPO
Detik.com · 2 September 2026 pukul 13.58
Rusia dan AS Mulai "PDKT" Lagi, Ada Deal di Balik Layar?
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.35
Kemlu Dalami Dugaan Penipuan Dalam Perekrutan 8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 17.34