Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

5 Poin Perang Dagang Terpanas Dua Tetangga, AS dan Kanada Saling Hantam Tarif

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Kanada kini mencapai titik terpanas setelah Presiden Donald Trump menjatuhkan tarif tambahan 50% terhadap produk Kanada senilai USD20 miliar. Ketegangan ini berkembang sejak Trump kembali ke Gedung Putih lebih dari 18 bulan lalu dan meluncurkan program tarif global yang luas. Kanada menjadi salah satu negara pertama yang terkena dampaknya dan merespons dengan langkah balasan. AS telah menargetkan sektor utama Kanada seperti baja, aluminium, kayu, dan otomotif dengan tarif tinggi, ditambah bea tambahan 50% yang baru-baru ini diterapkan. Perdana Menteri Mark Carney merespons dengan tarif 'dolar-demi-dolar' yang menyerang produk manufaktur dan konsumen asal AS.

Dampak terhadap Kanada terutama terasa di provinsi Ontario, yang kehilangan lebih dari 55.000 lapangan kerja manufaktur sejak awal 2025 hingga 2026. Beberapa pabrik perakitan dan suku cadang mobil di Ontario mengumumkan pemangkasan produksi massal akibat tarif baja, aluminium, dan sektor otomotif yang tidak mematuhi kesepakatan USMCA. Quebec juga termasuk wilayah paling terdampak menurut perkiraan Royal Bank of Canada.

Ketegangan ini menandakan eskalasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan kedua negara saling menjatuhkan tarif yang semakin tinggi. Para ahli khawatir dampaknya akan meluas ke sektor-sektor ekonomi lain dan mempengaruhi pasokan global yang sudah rapuh.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait