Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Memanasnya Hubungan Kanada-AS sebelum Ottawa Akhirnya Balas Tarif

Hubungan dagang Kanada dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah Pemerintah Kanada mengumumkan pemberlakuan tarif balasan berkisar antara 15% hingga 50% terhadap berbagai produk asal AS, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September 2026. Langkah ini merupakan respons terhadap kebijakan tarif yang diterapkan AS sebelumnya. Sebelum keputusan ini diambil, Presiden AS Donald Trump sempat mengkritik keras kebijakan Kanada melalui platform Truth Social, menuduh Ottawa mencoba mengambil keuntungan dari AS tanpa memberikan kontribusi setara. Trump juga menyoroti tarif Kanada terhadap sektor agrikultur AS yang dianggap merugikan petani AS.

Menjawab kritik Trump, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan bahwa kebijakan tarif AS merupakan upaya untuk memecah belah warga Kanada. Carney menyebut kebijakan Trump sebagai "salah perhitungan" dan memastikan bahwa Ottawa akan melindungi kepentingan nasionalnya. Untuk menandakan penolakan terhadap kebijakan AS, Carney juga menangguhkan sementara pembicaraan perdagangan dengan Washington dan menarik para perunding Kanada kembali ke Ottawa. Ia menekankan bahwa Kanada tidak akan menyerah pada tuntutan AS yang dianggap tidak dapat diterima, terutama terkait kedaulatan atas mineral kritis yang menjadi aset strategis Kanada.

Konflik ini juga meluas ke berbagai isu lain, termasuk ancaman Trump untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi "Danau Amerika" setelah negosiasi dagang gagal. Selain itu, Trump mengancam menaikkan tarif impor kendaraan dan suku cadang asal Kanada menjadi 50% pada 2027. Meskipun demikian, kedua belah pihak sempat mencapai kesepakatan menit terakhir untuk menangguhkan tarif 50% terhadap barang Kanada senilai US$20,2 miliar hingga 22 Agustus 2026, menunjukkan adanya ruang untuk diplomasi di tengah ketegangan ini.

Berita terkait