Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

5 Revolusi AI dalam Persenjataan Iran, dari Payambar-e Azam hingga Sahm

Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi inti pengembangan teknologi kedirgantaraan dan pertahanan di Iran. Para teknolog dalam negeri berhasil melokalisasi teknologi pembelajaran mesin, visi komputer, dan sistem otonom untuk berbagai kebutuhan operasional. Penggunaan AI di Iran telah beralih dari tahap eksperimental ke penerapan praktis, mencakup koordinasi armada drone, pemandu rudal, analisis data satelit, hingga sektor komersial dan lingkungan.

Penerapan strategis teknologi ini terlihat pada sistem komando dan kendali pertahanan udara terintegrasi Payambar-e Azam serta sistem taktis Fakour. Sistem perangkat lunak lokal ini menghubungkan berbagai sensor, pos komando, dan unit pertahanan. Melalui fusi sensor berbasis AI, sistem ini mampu mengolah data radar, memprediksi lintasan objek, menilai ancaman, serta membantu komandan mengalokasikan sistem senjata secara akurat.

Selain sistem pertahanan udara, Iran juga menerapkan teknologi pembelajaran mesin untuk pemrosesan citra satelit melalui sistem Sahm buatan perusahaan Tiznegar. Integrasi AI pada berbagai lini persenjataan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, akurasi keputusan medan tempur, serta memperkuat kemandirian teknologi pertahanan nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait