Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

5 Sesar Aktif di Jawa Barat: Jalur, Karakteristik, dan Potensi Gempa Bumi

Jawa Barat merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang sangat tinggi akibat zona subduksi di selatan Samudra Hindia dan adanya sesar aktif di daratan. Beberapa sesar utama yang perlu diwaspadai meliputi Sesar Cimandiri yang membentang sekitar 100 km dari Sukabumi hingga Cianjur dan Bandung Barat, Sesar Lembang sepanjang 29 km di utara Kota Bandung dengan potensi gempa hingga magnitudo 6,5-7,0, Sesar Baribis yang merupakan sesar naik (thrust fault) di sebelah utara Jawa Barat, Sesar Garsela yang sangat aktif dengan gempa berulang di wilayah Garut dan Kabupaten Bandung, dan Sesar Cugenang yang baru teridentifikasi pasca-gempa Cianjur 2022 dengan jalur sekitar 9 km. Para ahli menekankan bahwa pemahaman karakteristik dan jalur sesar aktif ini penting untuk mitigasi bencana dan penataan ruang berbasis risiko, terutama karena banyak sesar yang belum terdeteksi secara lengkap hingga terjadi aktivitas seismik signifikan.

Berdasarkan data BMKG, wilayah Jawa Barat mencatat 195 kejadian gempa bumi pada Agustus 2026, dengan gempa terbesar berkekuatan 5,3 magnitudo terjadi di Pangandaran. Kondisi tanah di Jawa Barat yang banyak terdiri dari endapan vulkanik muda juga berpotensi memperkuat guncangan gempa (amplifikasi), sehingga dampak kerusakan dapat lebih parah dibandingkan wilayah dengan batuan dasar keras. Banyak sesar aktif tidak terlihat di permukaan karena tertutup pemukiman atau vegetasi, sehingga penelitian geofisika rutin diperlukan untuk memperbarui peta risiko bencana. Beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan termasuk pemantauan sesar aktif, penutupan sementara aktivitas pendakian di kawasan pegunungan, dan kesiapsiagaan berkelanjutan bagi warga yang tinggal di wilayah rawan gempa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait