Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

5 Suara Prabowo di KTT BRICS: Spirit Bandung hingga RI Tak Mau Didikte

Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026. Dalam sesi terbatas, ia menekankan pentingnya spirit Perserikatan Asia-Afrika (KAA) 1955 sebagai fondasi solid untuk negara-negara belahan selatan. Prabowo menyatakan bahwa Indonesia tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan, melainkan ingin mandiri dengan kekuatan yang berakar pada rakyat. Ia menjelaskan bahwa kemampuan memberi makan, mendidik, dan menyediakan kesejahteraan bagi rakyat adalah kunci membangun bangsa yang tangguh dan mandiri. Indonesia juga sedang menghubungkan sistem energi dan memperkuat ketahanan energi di kawasan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan ketahanan jangka panjang.

Di sisi lain, Prabowo menyerukan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar lebih representatif, tanggap, dan mampu memberikan hasil nyata bagi seluruh masyarakat dunia. Ia berargumen bahwa BRICS, yang mewakili separuh dari umat manusia dan sebagian besar ekonomi serta perdagangan global, harus menjadi pusat sistem multilateral yang lebih kuat. Prabowo juga menekankan pentingnya mengubah kerentanan menjadi peluang, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan bencana, dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia seperti mineral kritis, tanah jarang, dan hutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait