566 Anak Keracunan, Dinkes Sidoarjo Uji Lab Bahan MBG dan Muntahan Korban
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mengirimkan sampel muntahan siswa dan bahan masakan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Labkes Surabaya untuk mengidentifikasi penyebab keracunan yang melibatkan 566 anak. Kepala Dinas Kesehatan dr Lakhsmie Herawati Yuwanita menyampaikan bahwa sampel sudah dikirimkan pada hari Rabu dan diperkirakan hasil uji laboratorium akan keluar dalam waktu sebulan. Setelah mendapatkan hasil, pihak Dinkes akan menentukan langkah selanjutnya terkait kasus ini.
Lakhsmie menekankan bahwa fokus utama bukan hanya pada hasil uji laboratorium, tetapi juga pada respons yang tepat jika memang terbukti ada masalah dengan produk atau bahan MBG. Ia juga menyatakan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolahan makanan dan kondisi dapur pemerintah dinilai baik dan tidak ada masalah.
Selain kolaborasi dengan Labkes, Dinkes Sidoarjo bersama Badan Gizi Nasional (BGN) juga berencana melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri proses produksi hingga konsumsi makanan guna memastikan apakah prosedur yang benar telah diikuti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 2 September 2026 pukul 19.15
5 Kasus Dugaan Keracunan MBG Terbesar sepanjang 2026, Paling Parah Makan Korban hingga 809 Orang
kumparan · 2 September 2026 pukul 19.05
Cerita Korban Dugaan Keracunan MBG Siswa di Sidoarjo
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 16.51
566 Santri Sidoarjo Keracunan, Labfor Polri Periksa Sampel Makanan MBG
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 16.18
BGN Minta Kepala Dapur Kalitengah Dicopot Buntut Keracunan MBG di Sidoarjo
Berita terkait
Lima Pasien Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Rawat Inap di RSUD Notopuro
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 19.27
Seusai Kasus 566 Anak Keracunan MBG, 31 SPPG di Sidoarjo Ketahuan Belum Punya Izin
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 18.00
Belum Terungkap Penyebabnya, 512 Santri Terdampak MBG Kepala SPPG Dicopot
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.11
Kepala SPPG di Sidoarjo Minta Maaf Ratusan Santri Keracunan MBG
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.34