Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

6 Alasan Pemerataan Hunian Jadi Kunci Masa Depan Indonesia

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama BPS mencatat jumlah rumah tangga belum memiliki rumah turun dari 12,75 juta pada 2020 menjadi 9,29 juta pada 2026. Meski terjadi penurunan, masih diperlukan upaya besar untuk memperluas akses hunian layak bagi seluruh keluarga Indonesia. Pemerataan hunian dianggap penting karena rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat keluarga berkumpul, anak-anak tumbuh, dan merencanakan masa depan.

Artikel menyampaikan enam alasan mengapa pemerataan hunian kunci bagi masa depan Indonesia. Pertama, setiap keluarga berhak memiliki tempat tinggal yang layak tanpa memandang lokasi kelahiran atau pekerjaan. Kedua, pemerataan mengurangi tekanan pada kota besar yang cenderung mendapatkan migrasi pengungsi. Ketiga, hunian yang dekat dengan pusat aktivitas menghemat waktu dan biaya transportasi. Keempat, pemerataan membantu mengurangi kesenjana antar wilayah dengan menyediakan fasilitas dasar seperti sekolah dan layanan kesehatan. Kelima, pembangunan perumahan mampu membuka peluang ekonomi lokal karena terkait dengan sekitar 185 subsektor ekonomi. Keenam, keluarga yang memiliki rumah yang layak lebih siap menghadapi masa depan dengan fokus pada keuangan dan pendidikan anak.

Untuk mewujudkan pemerataan hunian, diperlukan kolaborasi antar pengembang, perbankan, penyedia infrastruktur, dan pemerintah pusat serta daerah. Upaya ini tercermin dalam Danantara Housing Expo 2026 yang menghadirkan lebih dari 15.000 unit hunian di 96 lokasi dan 17 provinsi, dengan akses pembiayaan dari bank-bank Himbara. Expo ini akan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di NICE, PIK 2.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait