BI Ramal The Fed Naikkan Bunga Lagi, Berdampak ke RI?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) memprediksi Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan sekali lagi pada kuartal IV tahun ini. Kebijakan ini dipicu oleh kenaikan inflasi global menjadi 4,6% dan lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat mencapai US$ 125,53 per barel, jauh di atas rata-rata Agustus 2026 sebesar US$ 90,88 per barel.
Kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan akan memperkuat nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Asia, termasuk Rupiah. Kondisi ini memicu pelarian modal asing dari negara Emerging Markets, seperti Indonesia, kembali ke Developed Countries terutama Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari indeks DXY yang mencapai 101,11.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 10.40
Rupiah Melemah Dekati 18.000 per Dolar AS, Analis Ungkap Penyebabnya
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 14.00
Destry Bongkar Alasan BI Tahan Suku Bunga 5,75%: Inflasi Masih Jinak
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 10.57
Ambruk Lagi, Kurs Rupiah Makin Mengkhawatirkan
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 10.19
Rupiah melemah seiring data penjualan barang tahan lama AS lebih kuat
Berita terkait
Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.15
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.835 Pagi Ini
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.02
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ini Alasannya
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32