Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

6 Fakta Massive Attack Kibarkan Bendera Palestina di Singapura, Diperlakukan Layaknya Teroris

Grup musik asal Inggris Massive Attack ditahan, diisolasi, dan diinterogasi oleh kepolisian Singapura setelah mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan 'Bebaskan Palestina' selama konser di Singapura pada 29 Juli. Dua anggota band, Robert Del Naja dan Grant Marshall, dilarang kembali ke Singapura secara tak terbatas akibat dugaan pelanggaran terhadap undang-undang yang mengatur pengibaran bendera asing dan ekspresi politik di acara publik. Mereka menggambarkan perlakuan yang diterima sebagai 'pengalaman surealis' dan menyatakan kebingungan karena menganggap pengibaran bendera Palestina yang diakui oleh 157 negara seharusnya tidak melanggar hukum. Massive Attack menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pemerintah Singapura dan menegaskan dukungan moral terhadap rakyat Palestina. Mereka juga menyoroti bahwa sebagian besar penonton secara spontan ikut meneriakkan 'Bebaskan Palestina', yang menurut mereka mencerminkan rasa solidaritas yang tulus.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait