Band Inggris Diusir Singapura gegara Kibarkan Bendera Palestina Saat Konser
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Band asal Inggris, Massive Attack, diusir dan dicekal dari Singapura karena menampilkan aksi pro-Palestina saat konser. Personel band mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan 'bebaskan Palestina', yang dianggap melanggar aturan ketat Singapura.
Kepolisian Singapura melarang band untuk memasuki negara tersebut di masa depan, dan regulator media tidak akan mengizinkan mereka tampil lagi. Singapura memiliki undang-undang yang melarang penayangan bendera asing di tempat umum dan mengatur acara publik politik untuk menjaga keharmonisan sosial. Sebelumnya, beberapa orang didenda karena pawai tanpa izin yang mendukung Palestina.
Massive Attack dikenal karena sikap politiknya yang terbuka, dan anggotanya pernah ditangkap dalam demonstrasi di London. Singapura mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Gaza dan telah menyelidiki acara terkait perang tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 19.40
6 Fakta Massive Attack Kibarkan Bendera Palestina di Singapura, Diperlakukan Layaknya Teroris
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 15.08
Singapura Larang Masuk Massive Attack Gara-gara Kibarkan Bendera Palestina saat Konser
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 16.36
Terima Kapolres Karangasem, Anggota Komisi III DPR Wayan Sudirta Perkuat Kemitraan, Pelayanan dan Penegakan Hukum
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 06.14
Selamat Ginting: Ada Pertarungan Kekuasaan di Kasus Febrie Adriansyah
Berita terkait
Rieke PDIP Usul DPR Bentuk Pansus Bahas Kewarganegaraan Ganda Terbatas
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 18.41
Pengamat Hukum Sebut Upaya Praperadilan Jangan Sampai Jadi Ruang Lobi Politik
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.56
Pengamat Hukum Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.44
Pengamat Hukum Minta Perkara Eks Jampidsus Dikawal Publik, Soroti Potensi Intervensi Politik
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 19.30