Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

797 Orang Meninggal, Ribuan Korban Masih Hilang akibat Banjir Dahsyat Perbatasan Nepal

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-Tiongkok menyebabkan 797 orang tewas dan 3.048 orang masih hilang. Badan penanggulangan bencana Nepal melaporkan 781 korban tewal di wilayahnya, sementara pemerintah Tiongkok mencatat 16 orang tewas dan 546 orang hilang di wilayah Tibet. Di antara korban hilang, 592 adalah warga negara asing dan 933 adalah pekerja proyek PLTA yang sedang bekerja di sepanjang sungai yang diterjang banjir.

Distrik Rasuwa di Nepal menjadi wilayah paling parah dengan 562 orang dilaporkan hilang dari total 1.910 warga Nepal yang tercatat hilang. Pemerintah Nepal juga melaporkan dampak signifikan pada sektor pendidikan, dengan 19 sekolah terdampat di tiga distrik terparah. Sembilan sekolah hancur total dan tujuh lainnya rusak sebagian. Lebih dari 200 siswa dilaporkan hilang dan sekitar 20 siswa terseret arus banjir. Salah satu sekolah bahkan melaporkan sebuah bus yang mengangkut siswanya turut terbawa luapan air.

Upaya penyelamatan semakin sulit karena akses jalan ke wilayah perbatasan yang sulit dijangkau, terutama di musim hujan. 15 helikopter telah dikerahkan untuk operasi penyelamatan, dan militer Nepal mengerahkan 4.000 personel untuk evakuasi. CEO All Hands & Hearts, Nate Mook, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga bantuan dan pemerintah Nepal, dengan tim bantuan yang siap membantu berdasarkan pengalaman penanganan gempa bumi besar tahun 2015.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait