Banjir Bandang Nepal Korban Tewas Tembus 750 Jiwa, 3.000 Orang Masih Hilang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang dan tanah longsor di Himalaya pada akhir Agustus 2025 menyebabkan korban meninggal dunia mencapai 750 orang, dengan lebih dari 3.000 orang masih hilang. Kejadian terjadi setelah longsoran gletser mendadak di perbatasan Nepal-Tiongkok yang melepaskan gelombang air dan puing dalam volume besar. Di Nepal, 2.498 orang masih dalam pencarian, sementara di Tibet Tiongkok 16 orang meninggal dan 546 orang hilang. Hampir 20.000 personel keamanan digandeng untuk operasi tanggap darurat, berhasil menyelamatkan 8.186 orang dengan bantuan helikopter. Identifikasi jenazah sulit karena banyak tertermalusi atau tertubur lumpur. Nepal meminta bantuan internasional untuk teknologi pendeteksi, penyelamatan terowongan, dan analisis DNA. India kirim 11 personel, Amerika Serikat berikan bantuan US$3,6 juta. Risiko banjir susulan dinilai minimal karena danau baru yang terbentuk telah mengalir kembali secara alami.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 18.35
3.000 Orang Masih Hilang, Tim Pencarian Korban Banjir Nepal Terus Berjuang
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 09.30
Banjir Dahsyat Nepal Hancurkan Lembah Himalaya: 675 Orang Tewas, Hampir 2.500 Hilang!
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 07.00
Korban Tewas Capai 682 Orang, Nepal-Tibet Masih Dihantui Banjir Besar
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 18.00
Nepal Minta Meta dan TikTok Hapus Video AI - Konten Hoaks soal Banjir Bandang
Berita terkait
Banjir Bandang Nepal dan Tiongkok: 633 Tewas, Hampir 3.000 Orang Hilang
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 15.42
Korban Tewas Banjir Nepal Capai 633 Orang, 3.000 Lebih Hilang
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 04.59
Daftar Lengkap Korban Hilang Banjir Nepal-Tibet: Ratusan Turis Asing belum Ditemukan
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 12.00
Ironis! Banjir Mematikan Nepal Tak Ada Otoritas yang Memprediksi Tanda-Tanda Sebelum Kejadian
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 19.54