Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

89 Persen Perusahaan Indonesia belum Siap Hadapi Serangan Siber

Menurut Ensign Cyber Threat Landscape Report 2026, 89% perusahaan di Indonesia belum siap menghadapi serangan siber. Adithya Nugraputra, Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia, menjelaskan bahwa adopsi kecerdasan buatan (AI) yang cepat oleh pelaku serangan menjadi faktor utama meningkatnya kompleksitas ancaman. Dalam pengujian, 10 model AI berhasil mendapatkan akses awal ke jaringan universitas yang dikendalikan, dan 90% di antaranya berhasil mencapai data sensitif. AI memungkinkan serangan dilakukan lebih cepat dan variatif, sementara banyak organisasi belum tahu cara menghadapi ancaman tersebut.

Suryo Pratomo, Country Head Indonesia Ensign InfoSecurity, menambahkan bahwa pertumbuhan ekosistem digital perusahaan memperluas serangan permuka (attack surface), menciptakan lebih banyak titik masuk bagi penyerang. Celah keamanan dasar seperti penggunaan kata sandi yang mudah ditebak masih menjadi masalah. Penyerang juga memanfaatkan sistem yang terhubung ke internet dengan kerentanan yang belum diperbarui, seperti website, firewall, dan VPN. Data yang berhasil diakses dapat diperjualbelikan di dark web melalui perantara yang disebut initial access broker.

Faktor manusia tetap menjadi kelemahan terbesar dalam pertahanan siber. Pengguna perlu waspada terhadap pesan, tautan, atau komunikasi digital yang tampak meyakinkan namun berpotensi menjadi serangan. Pelatihan kesadaran keamanan siber bagi karyawan menjadi penting untuk mengurangi risiko yang disebabkan oleh kesalahan manusia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait