9 Anak Sekolah di Sleman Terpapar Radikalisme dan Konten Kekerasan Ekstrem
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Kabupaten Sleman, bersama Pemprov DIY dan Densus 88 Antiteror Polri, tengah membina dan merehabilitasi sembilan anak sekolah yang terindikasi terpapar paham radikalisme dan konten kekerasan ekstrem. Data menunjukkan tiga anak terdeteksi pada 2025 dan enam anak pada 2026. Para remaja usia 12 hingga 17 tahun ini diduga terpapar secara mandiri melalui smartphone dan grup media sosial seperti WhatsApp, tanpa terikat jaringan organisasi atau kelompok separatis. Menurut Kepala Kesbangpol Sleman Muhammad Aji Wibowo, faktor pemicu utama masuknya paham radikal meliputi kondisi psikologis dan lingkungan, seperti menjadi korban bullying, kesepian, kurangnya perhatian, hingga masalah keharmonikan keluarga. Anak-anak yang merasa dipinggirkan cenderung mencari pelarian di dunia digital untuk membuktikan eksistensinya. Temuan ini awalnya berasal dari pengembangan informasi oleh Densus 88, dengan jenis paparan yang bervariasi, termasuk akses ke grup yang membahas ideologi radikal seperti khilafah dan ISIS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 22.09
Densus 88 Ajak Guru-Siswa Bedah Film Jihad Selfie, Cegah Paham Radikalisme
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.17
Meta dan Zuckerberg Sidang Kecanduan Medsos, Ancaman Denda Selangit
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.43
Sidang Gugatan Meta: Riset Internal Ungkap 1 dari 5 Remaja Merasa Buruk usai Pakai Instagram
Berita terkait
Hukuman 10 Tahun Penjara bagi Pelaku Tawuran Maut di Bekasi
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 07.54
Kasus Alumni Tampar Siswi SMP di Bogor Berakhir Damai, Pelaku Janji Tak Ulangi
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.43
Jadi Korban Kejahatan Jalanan, Remaja Ini Ditembak Pakai Airsoft Gun
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 16.05
Dilarang Main Medsos, 81% Remaja Australia Tetap Bisa Online
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 08.19