Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

9 Anak Sekolah di Sleman Terpapar Radikalisme dan Konten Kekerasan Ekstrem

Pemerintah Kabupaten Sleman, bersama Pemprov DIY dan Densus 88 Antiteror Polri, tengah membina dan merehabilitasi sembilan anak sekolah yang terindikasi terpapar paham radikalisme dan konten kekerasan ekstrem. Data menunjukkan tiga anak terdeteksi pada 2025 dan enam anak pada 2026. Para remaja usia 12 hingga 17 tahun ini diduga terpapar secara mandiri melalui smartphone dan grup media sosial seperti WhatsApp, tanpa terikat jaringan organisasi atau kelompok separatis. Menurut Kepala Kesbangpol Sleman Muhammad Aji Wibowo, faktor pemicu utama masuknya paham radikal meliputi kondisi psikologis dan lingkungan, seperti menjadi korban bullying, kesepian, kurangnya perhatian, hingga masalah keharmonikan keluarga. Anak-anak yang merasa dipinggirkan cenderung mencari pelarian di dunia digital untuk membuktikan eksistensinya. Temuan ini awalnya berasal dari pengembangan informasi oleh Densus 88, dengan jenis paparan yang bervariasi, termasuk akses ke grup yang membahas ideologi radikal seperti khilafah dan ISIS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait