Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Barat, Bandar Lampung Hujan Abu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Sabtu (5/9) dini hari hingga siang WIB menyebabkan hujan abu vulkanik di wilayah provinsi Lampung. Abu vulkanik terbawa angin ke arah barat, mencapai Bandar Lampung, Kemiling, Kecamatan Natar, dan Pulau Sangiang. Warga di wilayah tersebut melaporkan debu vulkanik terasa di mata, mengotori wajah, dan menumpuk di lantai rumah. Jarak Gunung Anak Krakatau ke Bandar Lampung sekitar 80 km. Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, mengimbau masyarakat menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar untuk menghindari paparan abu vulkanik. Sebaran abu sangat bergantung pada arah angin, sehingga masyarakat diminta mengikuti informasi dari petugas. Aktivitas erupsi masih terekam secara menerus dengan kolom erupsi tidak terlihat akibat kabut, namun gempa tercatat dengan amplitudo maksimal 70 mm dan durasi 21.600 detik. Suara gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang masih terdengar dari arah gunung. Gunung Anak Krakatau berstatus Level III (Siaga) dengan larangan pendekatan dalam radius 3 km dari kawah aktif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 13.00
Dokter Tifa: Dentuman Anak Krakatau Sudah Jadi Sorotan Dunia
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 08.37
Heboh Dentuman Keras di Bandung-Cianjur, Efek Gunung Krakatau Erupsi?
ANTARA News · 5 September 2026 pukul 17.34
Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau catat intensitas tertinggi 2026
Detik.com · 5 September 2026 pukul 16.22
Warga Tak Lagi Rasakan Getaran Imbas Erupsi Anak Krakatau
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau sudah Tujuh Kali Erupsi dalam Sehari
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 14.45
Anak Krakatau Erupsi Menerus, Jauhi Radius 3 Kilometer
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 12.19
Himbauan BNPB ke Masyarakat Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau
JawaPos · 5 September 2026 pukul 09.45
Dentuman Terasa di Lampung hingga Jabar Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Detik.com · 5 September 2026 pukul 09.06