Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Abu vulkanik bisa bertahan berapa lama setelah erupsi gunung?

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebarkan abu vulkanik hingga ke wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat, menyebabkan gangguan penerbangan dan aktivitas masyarakat. Badan Geologi masih melakukan pemantauan terhadap aktivitas gunung tersebut. Setelah erupsi berhenti, abu vulkanik tidak langsung hilang dari lingkungan. Abu yang terbentuk dari pecahan batuan dan mineral sangat halus dapat bertahan di permukaan tanah, jalan, atap, dan kendaraan selama berhari-hari hingga berbulan-bulan. Proses ini dipengaruhi oleh kondisi wilayah, ketebalan abu, dan faktor alami seperti angin dan hujan. Angin dapat menyebarkan kembali abu yang sudah mengendap, sementara kendaraan yang melintas juga dapat mengangkat partikel abu kembali ke udara. Hujan dapat membantu mengendapkan abu, namun air juga dapat membawa abu ke saluran drainase dan menyebabkan endapan baru ketika mengering. Menurut USGS, proses pembersihan abu vulkanik dapat berlangsung dari minggu hingga bulan, terutama di wilayah dengan endapan tebal. Masyarakat di wilayah terdampak disarankan tetap mengikuti informasi dari Badan Geologi dan tetap menggunakan masker saat membersihkan endapan abu. Lingkungan dapat kembali normal tidak dalam waktu yang sama untuk semua daerah, tergantung faktor seperti ketebalan abu, curah hujan, dan aktivitas manusia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait