Abu Vulkanik dari Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengganggu Warga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Gunung Anak Krakatau selama beberapa hari terakhir menyebabkan hujan abu vulkanik yang mengganggu warga Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Akibat abu yang terbawa angin, banyak warga mengalami sesak nafas dan sakit mata. Sekretaris Desa Riko Iswanto mengonfirmasi bahwa keluhan terkait abu vulkanik sudah dilaporkan selama tiga hari terakhir, dan warga saat ini membutuhkan masker untuk mencegah gangguan pernafasan.
Pada Senin, 17 Agustus 2026, Gunung Anak Krakatau tercatat melakukan 20 kali erupsi dalam sehari. Kolom erupsi tertinggi mencapai sekitar 400 meter di atas puncak gunung, atau setara 557 meter di atas permukaan laut. Material abu yang tersebar oleh angin ini berdampak langsung pada wilayah sekitar, termasuk Pulau Sebesi yang berjarak relatif dekat dengan gunung berapi tersebut.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan warga, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan orang lanjut. Pemerintah desa dan instansi terkait diharapkan segera memberikan bantuan masker serta langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak negatif dari abu vulkanik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.48
Warga Sesak Nafas Akibat Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 16.38
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbawa Angin hingga Ke Permukiman Warga di Rajabasa Lampung Selatan
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 16.11
PVMBG: Gunung Anak Krakatau 20 Kali Erupsi pada 17 Agustus
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali pada 17 Agustus 2026, PVMBG: Status Siaga
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.31
17 Agustus 2026, Gunung Anak Krakatau Erupsi 19 Kali
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.27
Gunung Anak Krakatau 20 Kali Erupsi Dalam Sehari
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 00.24
Gunung Anak Krakatau Erupsi 2 Kali Malam Ini, Masyarakat Diminta Tak Mendekat
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 22.17