Erupsi Anak Krakatau Menurun, Pakar UPER Ingatkan Potensi Bahaya Susulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa (8/9/2026) pagi setelah meletus selama sekitar 25 jam, meskipun tren aktivitasnya menurun. PVMBG mempertahankan status gunung tersebut di Level III (Siaga). Erupsi bersifat Strombolian dengan ledakan ringan dan pelepasan gas berkala. Pakar UPER Iktri Madrinovella menegaskan penurunan aktivitas tidak menghilangkan risiko, karena potensi letusan susulan, aliran lava, dan hujan abu vulkanik masih ada. Abu vulkanik terpantau bergerak 10-20 knot ke arah timur laut hingga selatan, menjangkau Jabodetabek dan Jawa Barat, terutama dalam kondisi musim kemarau panjang. Iktri juga mengingatkan risiko tsunami akibat aktivitas vulkanik di laut seperti pada Desember 2018, sehingga pentingnya pemantauan dengan tiltmeter, GPS, dan sensor tide gauge untuk deteksi dini. Masyarakat disarankan hanya merujuk pada informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan BNPB untuk menghindari disinformasi.
Kementerian Kesehatan mencatat 16.759 kasus ISPA di empat provinsi akibat paparan abu vulkanik. Warga diimbau menggunakan masker dan menghindari paparan langsung terhadap partikel halus ini. Di Kepulauan Seribu, BPBD dan Kelurahan Pulau Panggang mendistribusikan 300 masker kepada warga. Satelit pemantau Bumi juga merekam kolom abu vulkanik yang tersebar luas dari orbit, termasuk hingga ke Teluk Lampung. Dokter Spesialis Mata Dr. Sesaria Sp.M. Mengingatkan agar warga tidak menggosok mata terbuka jika terpapar abu, karena partikelnya bersifat abrasif, dan segera mencuci dengan air mengalir.
Rektor Universitas Pertamina Ichsan Setya Putra menyatakan komitmen kampus untuk membekali mahasiswa melalui mata kuliah Seismologi dan Geodinamika agar mampu mendukung literasi bencana. Mahasiswa Teknik Geologi UPER juga melakukan kuliah lapangan di Bayat untuk memetakan kondisi geologi secara langsung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian "Jakarta Sustainability Field Exposure" yang diikuti mahasiswa internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 September 2026 pukul 23.19
Hari ke-3 Pencarian 5 Jurnalis Hilang Masih Nihil, Drone Terkendala Abu Vulkanik
Detik.com · 10 September 2026 pukul 21.10
Ketika Soekarno-Hatta Hening Karena Abu Anak Krakatau
kumparan · 10 September 2026 pukul 21.00
68 Ribu Kasus ISPA Terkait Abu Anak Krakatau, Kemenkes Siagakan 830 Puskesmas
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 19.09
BMKG: Udara di Lampung, Banten hingga DKI Sudah Bersih Abu Vulkanik
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mbah Rono Ungkap Hal Tak Terduga
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 11.35
Abu Vulkanik Anak Krakatau, Tenang Bukan Berarti Lengah
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 22.10
Ada Daratan Baru di Kaki Anak Krakatau? Ini Penjelasan BMKG
kumparan · 10 September 2026 pukul 18.41
BMKG: Sebaran Abu Anak Krakatau Kini Tak Lagi Terdeteksi, Kondisinya Bersih
kumparan · 10 September 2026 pukul 17.58