Ada 4,33 Juta Keluarga Penerima Bansos Sejak Ada DTSEN, Ini Faktanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mencatat 4,33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru masuk program bantuan sosial (bansos) setelah penerapan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN merupakan social registry yang menggabungkan data dari Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS), dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang sebelumnya tersebar. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menjelaskan bahwa DTSEN tidak bersifat sekali jadi, melainkan dilengkapi mekanisme pemutakhiran melalui usul dan sanggah masyarakat agar data tetap akurat seiring perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Dengan integrasi data tunggal ini, pemerintah berhasil menemukan warga yang sebelumnya belum menerima bantuan meskipun memenuhi kriteria. Contohnya, Mistam Rizwandi dan Ibu Juriah dari Kabupaten Brebes yang berada pada desil 1, kini menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako setelah sebelumnya tidak terdata. Qodari menegaskan bahwa DTSEN bukan daftar penerima semua program, melainkan dasar data yang terus diperbarui untuk penetapan penerima program oleh masing-masing kementerian/lembaga sesuai kriteria.
DTSEN kini menjadi rujukan lintas kementerian/lembaga dalam penyaluran program prioritas seperti bansos, Sekolah Rakyat, Program 3 Juta Rumah, Kartu Indonesia Pintar, dan PBI BPJS Kesehatan. Ukuran keberhasilan DTSEN dinilai tidak hanya dari akurasi datanya, tetapi juga dari seberapa terbuka dan inklusif mekanisme pemutakhirannya agar tidak ada warga yang berhak tertindih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 13 September 2026 pukul 15.30
Kabar Dana Bansos Dipotong untuk MBG, Kemensos: Tidak Benar!
Berita terkait
Mensos Buka Akses Koreksi Data Desil, Masyarakat Bisa Lapor Lewat WA
Detik.com · 1 September 2026 pukul 09.14
Mengulik Fenomena Demotivasi Bansos, 4,5 Juta Warga Terima Bantuan Lebih dari 5 Tahun
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 22.17
Kemensos Buka-bukaan Alasan Banyak Bansos Tidak Tepat Sasaran
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 20.15
Transparansi Validasi DTSEN Dinilai Jadi Kunci Akurasi Data Kemiskinan
Detik.com · 10 September 2026 pukul 18.23