Kemensos Buka-bukaan Alasan Banyak Bansos Tidak Tepat Sasaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Sosial membuka keterangan mengenai banyaknya kasus bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Tenaga ahli Kemensos Andy Kurniahan menjelaskan, hal ini justru terjadi karena pemerintah telah membuka data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan pendekatan targeted, penyaluran bansos membutuhkan data yang akurat dan kuat untuk menentukan penerima yang layak. Andy menekankan bahwa keterbukaan data justru menjadi solusi agar bansos sampai kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
DTSEN digunakan untuk membuat desil penerima bansos, yang berfungsi memberi pertimbangan kepada pemerintah dalam menetapkan prioritas program. Sejak DTSEN diterapkan, diketahui ada 4,3 juta keluarga baru yang layak menerima bantuan sosial pada desil 1 hingga 4, padahal sebelumnya belum pernah mendapatkan bansos sama sekali. Andy menyatakan bahwa pendataan yang akurat dan transparan penting agar program perlindungan sosial dapat mencapai sasaran yang tepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 September 2026 pukul 21.06
Kemensos, BPS, dan CELIOS Duduk Bersama Bahas Polemik Desil
kumparan · 11 September 2026 pukul 19.57
Kemensos: 90 Persen dari 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 19.37
BPS bakal manfaatkan Sensus Ekonomi untuk DTSEN
JawaPos · 11 September 2026 pukul 19.30
Sebagian KPM Mulai Ketergantungan Bansos, Ada yang 18 Tahun Dibantu
Berita terkait
Cara Cek Desil Bansos Lewat HP di cekbansos.kemensos.go.id
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 16.03
Terindikasi Judi Online, 20 Ribu Warga Bekasi Dicoret dari Daftar Penerima Bansos
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 13.00
Terungkap Biang Kerok Desil Tak Sesuai Kondisi Warga RI
Detik.com · 5 September 2026 pukul 05.55
Kriteria Penerima Bansos September 2026: Hanya untuk KPM Desil 1–4
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 06.00