Ada 'Harta Karun' Masa Depan di PLTU RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Industri Mineral (BIM) mengidentifikasi potensi logam tanah jarang (LTJ) pada sisa pembakaran lebih dari 250 PLTU di Indonesia. Potensi ini mencakup monasit, senotim, ion-adsorbed clay (IAC), hingga fly ash dan bottom ash (FABA). LTJ digunakan sebagai material dasar teknologi maju seperti ponsel pintar, baterai kendaraan listrik, superkonduktor, turbin angin, dan rudal. Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi BIM, Yogi Wibisono Budhi, menyatakan bahwa sumber sekunder dari operasional PLTU menjadi fokus pemetaan sumber daya mineral strategis nasional. Pemanfaatan sisa hasil tambang dan industri ini penting karena kebutuhan mineral untuk teknologi masa depan terus meningkat. Berdasarkan data IEA, kebutuhan mineral untuk kendaraan listrik meningkat 6 kali lipat, sementara untuk pembangkit listrik tenaga angin darat meningkat 9 kali lipat dibandingkan sistem pembangkit gas.
Bagikan
Berita terkait
'Harta Karun' Masa Depan Ini Ternyata Tersimpan di PLTU RI
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.40
PT Timah Mulai Proses Pengelolaan Logam Tanah Jarang
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 13.35
Peta Penguasa Logam Tanah Jarang Dunia, di Mana Posisi RI?
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.30
Peta Negara Pemilik LTJ Terbanyak di Dunia, Ada Tetangga RI
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.20