Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Ada 'Harta Karun' Masa Depan di PLTU RI

Badan Industri Mineral (BIM) mengidentifikasi potensi logam tanah jarang (LTJ) pada sisa pembakaran lebih dari 250 PLTU di Indonesia. Potensi ini mencakup monasit, senotim, ion-adsorbed clay (IAC), hingga fly ash dan bottom ash (FABA). LTJ digunakan sebagai material dasar teknologi maju seperti ponsel pintar, baterai kendaraan listrik, superkonduktor, turbin angin, dan rudal. Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi BIM, Yogi Wibisono Budhi, menyatakan bahwa sumber sekunder dari operasional PLTU menjadi fokus pemetaan sumber daya mineral strategis nasional. Pemanfaatan sisa hasil tambang dan industri ini penting karena kebutuhan mineral untuk teknologi masa depan terus meningkat. Berdasarkan data IEA, kebutuhan mineral untuk kendaraan listrik meningkat 6 kali lipat, sementara untuk pembangkit listrik tenaga angin darat meningkat 9 kali lipat dibandingkan sistem pembangkit gas.

Berita terkait