Peta Penguasa Logam Tanah Jarang Dunia, di Mana Posisi RI?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Industri Mineral (BIM) mempublikasikan peta sebaran produksi dan cadangan logam tanah jarang (LTJ) global. China menempati posisi teratas dengan cadangan 44 juta ton dan produksi 210 ribu ton, diikuhi Vietnam (22 juta ton cadangan, 4,2 ribu ton produksi), Rusia (21 juta ton, 2,6 ribu ton), Brasil (21 juta ton, 80 ton), hingga India, Australia, Amerika Serikat, Greenland, Tanzania, Kanada, dan Afrika Selatan. Peta ini mencakup data sumber daya, cadangan, dan produksi di tingkat internasional, memberikan negara-negara pemerata kedudukan tawar yang kuat dalam pasar global.
Indonesia belum tercantum dalam peta tersebut, bukan karena tidak memiliki potensi, melainkan karena proses pemetaan dan validasi data di lapangan mas masih berlangsung. Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi BIM, Yogi Wibisono Budhi, menjelaskan bahwa pihaknya mas masih menunggu penyelesaian survei, eksplorasi, dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten agar nanti dapat memberikan pernyataan resmi terkait cadangan LTJ Indonesia.
Yogi menekankan pentingnya data yang akurat dan tervalidasi agar Indonesia dapat bergabung dalam peta global LTJ di lain waktu. Dengan demikian, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan potensi logam tanah jarangnya secara optimal dan bersaing di pasar internasional.
Bagikan
Berita terkait
Peta Negara Pemilik LTJ Terbanyak di Dunia, Ada Tetangga RI
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.20
RI Sulit Garap "Harta Karun" Langka, Negara Lain Kunci Teknologinya
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 14.35
China Tak Tertandingi-Kuasai Mobil Listrik RI Laku Tembus 101.000 Unit
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.20
'Harta Karun' Masa Depan Ini Ternyata Tersimpan di PLTU RI
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.40