Adakah Hubungan Bala Bencana Rebo Wekasan dan Bulan Safar yang Dijuluki Bulan Sial?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rebo Wekasan, hari Rabu terakhir bulan Safar, dipercaya sebagai hari paling berat dalam setahun karena ribuan bencana akan turun ke bumi. Beberapa ulama, seperti Abdul Hamid Quds dalam Kanzun Najah Was-Surur, menyatakan bahwa setiap tahun Allah menurunkan 320.000 bencana pada hari tersebut. Keyakinan ini berakar pada tradisi pra-Islam yang menganggap bulan Safar sebagai bulan sial, sebuah anggapan yang masih bertahan di kalangan Muslim. Hadis dari Abu Hurairah, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, menolak kepercayaan ini: "Tidak ada wabah, ramalan sial, burung hantu, atau kesialan pada bulan Shafar." Hadis tersebut menegaskan bahwa penyakit atau keselamatan adalah ketetapan Allah, dan manusia tetap harus berusaha melindungi diri. Sebagai upaya pencegahan, dianjurkan salat sunah 4 rakaat dengan bacaan khusus—Al‑Kautsar 17 kali, Al‑Ikhlash 5 kali, Al‑Falaq dan An‑Naas masing-masing sekali—disertai doa setelah salam, yang diyakini dapat melindungi selama setahun. Selain itu, Nabi juga menyarankan untuk tidak mendekatkan unta sakit ke unta sehat guna mencegah penyebaran penyakit.
Bagikan
Berita terkait
Bala dalam Islam: Ujian Allah yang Tak Selalu Berupa Musibah
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 05.15
Benarkah Amalan Rebo Wekasan untuk Tolak Bala?
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 11.58
Rebo Wekasan 2026: Benarkah Rabu Terakhir Safar Menjadi Hari Paling Berat Sepanjang Tahun?
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 05.15
8 Ayat Salamun, Populer Diamalkan di Rebo Wekasan
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 11.22