Benarkah Amalan Rebo Wekasan untuk Tolak Bala?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rebo Wekasan adalah amalan yang dilakukan pada Rabu terakhir bulan Safar dalam tradisi masyarakat Muslim, khususnya di Jawa. Menurut keterangan dari Ning Sheila Hasina Zamzami dari Pesantren Al-Baqoroh Lirboyo, Kediri, terdapat pandangan dari ulama dan wali Allah yang menyebutkan bahwa Allah SWT menurunkan berbagai macam bala atau musibah ke bumi, dengan bala pertama kali terjadi pada Rabu terakhir bulan Safar yang kemudian dikenal dengan istilah Rebo Wekasan. Amonan yang dilakukan pada Rebo Wekasan meliputi salat sunah empat rakaat dengan membaca Surah Al-Fatihah, Surah Al-Kautsar 17 kali, Surah Al-Ikhlas 5 kali, serta Surah Al-Falaq dan An-Naas masing-masing satu kali. Setelah salam membaca doa, Allah dengan kemurahan-Nya menjaga orang yang bersangkutan dari semua bala bencana yang turun di hari itu sampai sempurna setahun. Selain itu, amalan menulis tujuh ayat yang mengandung lafaz Salamun setelah salat Ashar juga dilakukan. Amalan Rebo Wekasan ini berkembang di tengah masyarakat sebagai upaya memohon perlindungan dari musibah.
Bagikan
Berita terkait
Bala dalam Islam: Ujian Allah yang Tak Selalu Berupa Musibah
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 05.15
Adakah Perayaan Rebo Wekasan dalam Islam? Menguak Sejarah Tradisi Jawa Sejak Sunan Giri
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 09.14
Rebo Wekasan 2026 Jatuh 12 Agustus, Bolehkah Membaca Doa dan Amalan Khusus?
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 15.57
Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan dan Asal Usul Mitosnya
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 05.15