Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Iran, Tetangga RI Terang-terangan Buat Pengayaan Uraniun Baru

Korea Utara (Korut) telah membangun fasilitas pengayaan uranium baru di kompleks nuklir Yongbyon yang dapat menampung hingga 28 rangkaian sentrifus, serta mulai mengoperasikan bangunan tambahan yang diperluaskan di lokasi pengayaan Kangson. Temuan ini disampaikan oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam laporannya yang bertanggal 28 Agustus 2026, mengutip data dari citra satelit dan materi sumber terbuka. IAEA tidak lagi memiliki inspektor di Korut sejak 2009, sehingga mengandalkan pemantauan berbasis citra satelit untuk menilai aktivitas nuklir Pyongyang.

Laporan IAEA menunjukkan bahwa operasi pengayaan uranium di Kangson telah dimulai sejak Januari 2026, tepatnya di dalam bangunan tambahan yang dibangun pada 2024. Fasilitas ini, bersama dengan ekspansi di Yongbyon, mengindikasikan adanya "perluasan berkelanjutan pada infrastruktur nuklir Korut di berbagai lokasi". Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyatakan keprihatinan mendalam terhadap operasi berkelanjutan fasilitas pengayaan ini dan laporan mengenai perluasan produksi bahan nuklir tingkat senjata oleh Korut.

Perkembangan ini dianggap melanggar resolusi Dewan Keamangan PBB. Pemerintah Korut menegaskan bahwa status negaranya sebagai negeri pemilik senjata nuklir tidak dapat diubah lagi, sementara IAEA menyatakan tidak memiliki hak hukat untuk mencampuri urusan dalam negeri Korut yang berada di luar Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Diberitakan juga oleh


Berita terkait