Adopsi Elektrifikasi, Sektor Pertambangan Bisa Lebih Efisien
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sektor pertambangan dapat meningkatkan efisiensi energi dan operasional melalui adopsi elektrifikasi, menurut Hanung Hanindito, Deputy Event Director Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series. Elektrifikasi tidak hanya mendukung agenda keberlanjutan, tetapi juga mengurangi limbah dan ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti solar. Alat berat berbasis listrik dan inovasi battery swapping yang hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit menjadi solusi kunci untuk mengurangi downtime operasional.
Penerapan elektrifikasi di sektor pertambangan masih memerlukan dukungan kebijakan, seperti insentif pemerintah untuk alat berat berbasis listrik. Meskipun mobil listrik sudah disubsidi, alat berat industri belum mendapatkan dukungan serupa. IEE Series 2026, yang diselenggarakan PT Pamerindo Indonesia di Jakarta International Expo, menghadirkan platform untuk mempercepat transformasi industri melalui tema "Sustainability for Industrial Transformation".
Acara ini mencatat partisipasi dari 39 negara dan wilayah, dengan total area 108.000 meter persegi. Hanung mengharapkan IEE Series 2026 dapat menjadi ajang koneksi lebih luas antarindustri, serta berharap pameran tahun depan lebih besar dan melibatkan lebih banyak sektor industri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 September 2026 pukul 17.24
VKTR Pamer Bus Listrik Tambang, Bisa Tempuh 350 Km Sekali Cas
Berita terkait
Altrak 1978 dan Berca Perluas Portofolio Alat Berat Ramah Lingkungan
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 13.37
Industri Tambang Indonesia Mulai Melirik Elektrifikasi Kendaraan Berat
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 22.19
Indonesia Jadi Pemain Penting di Industri Baterai, Ini PR Besarnya
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 20.07
ABB Bedah Peluang Adopsi AI bagi Industri Kertas dan Mineral Indonesia
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 07.30