Adu Mulut Keluarga Keraton Solo Warnai Tradisi Gamelan Sekaten
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tradisi pengeluaran Gamelan Kyai Sekati (miyos gangsa) di Keraton Kasunanan Surakarta untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW diwarnai ketegangan. Insiden adu mulut terjadi di kawasan Masjid Agung, Solo, pada Rabu (19/8), yang kemudian viral di media sosial. GKR Panembahan Timoer Rumbay dari kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya tampak bersitegang dengan sekelompok pria berbaju batik. Rumbay juga terhalang saat hendak memasuki Bangsal Pagongan dan sempat terjatuh. Menurut Rumbay, prosesi pengeluaran gamelan dilakukan tanpa izin dari PB XIV Purbaya sebagai raja. Rumbay enggan memberikan banyak tanggapan untuk menghindari keributan yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, berupaya melerai keributan. Eddy menegaskan bahwa prosesi keluarnya Gamelan Sekati sah dan sudah mendapatkan izin dari PB XIV Mangkubumi, selaras dengan versi kubu mereka. Menurut Eddy, seluruh rangkaian acara sekaten diselenggarakan bersama Sinuhun (PB XIV Mangkubumi) dan instansi terkait. Eddy juga menyatakan bahwa PB XIV Mangkubumi sempat dijadwalkan hadir untuk meninjau prosesi, namun rencana tersebut belum terlaksana.
Bagikan
Berita terkait
Maulid Nabi dalam Pandangan Hadis Sahih, Begini Penjelasannya
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 19.30
Kisah Pemuda Pendosa yang Mendapat Kemuliaan karena Merayakan Maulid Nabi SAW
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 16.35
7 Ayat Al Quran yang Menyebut tentang Maulid Nabi, Apa Saja?
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 12.30
Bolehkah Maulid Nabi SAW Dirayakan? Begini Hukumnya Menurut Ulama
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 10.48