AEML Ungkap Tantangan Pengembangan EV di RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) menyatakan rantai pasok kendaraan listrik (EV) di Indonesia semakin baik, menyediakan pilihan yang lebih banyak dan kompetitif bagi konsumen. Namun, pengembangan ekosistem EV masih menghadapi tantangan utama yaitu kenyamanan konsumen serta ketergantungan pada rantai pasok baterai, mineral, dan teknologi akibat tensi geopolitik. Dhery Rachman (Wakil Sekretaris Jenderal AEML) menekankan pentingnya sinkronisasi antara baterai, charging station, pembiayaan, dan bengkel agar ekosistem berjalan harmonis. Ia menyatakan bahwa jika satu komponen terhambat, seluruh rantai akan terpengaruh, sehingga pendekatan terpadu sangat krusial. Daya beli yang menurun secara global juga menjadi tantangan tambahan. Sementara itu, Antonius Sehonamin (Direktur Institutional Banking Group DBS Indonesia) menegaskan peran bank sebagai partner utama dalam mendukung seluruh rantai nilai industri otomotif, mulai dari produsen (OEM) hingga distributor, dengan memanfaatkan konektivitas regional untuk transaksi lintas negara.
Bagikan
Berita terkait
Ini Dua Kriteria Utama DBS Nilai Proyek Otomotif Layak Dibiayai
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 17.05
Persaingan EV Kompetitif, RI Perlu Lakukan Ini Agar Tidak Ketinggalan
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.09
DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.55
Pabrik BYD Dibuka, SSIA Incar Efek Domino ke Subang Smartpolitan
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 17.38