Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Persaingan EV Kompetitif, RI Perlu Lakukan Ini Agar Tidak Ketinggalan

Persaingan industri kendaraan listrik (EV) semakin ketat dunia, menurut Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi VII DPR RI. China memimpin industri EV, diikuti India dan AS, sementara Indonesia masih jauh di belakang. Daulay menilai Indonesia harus berada di peringkat keempat dengan memanfaatkan momentum saat ini. Ia menekankan pentingnya regulasi yang adil untuk menarik kembali para anak bangsa yang bekerja di luar negeri ke industri EV domestik. DPR sedang menyelaraskan regulasi dan melakukan kajian untuk perundang-undangan baru terkait EV. Sementara itu, Antonius Sehona dari DBS Indonesia menjelaskan tiga tren utama industri otomotif: elektrifikasi, lokalisasi rantai pasok, dan pemanfaatan AI serta teknologi data. Daya saing bukan hanya ditentukan kapasitas produksi, tetapi juga adaptasi teknologi dan efisiensi operasional. Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam seperti nikel dan tembaga, kunci bagi hilirisasi industri EV. DBS menekankan pentingnya ekosistem lengkap mulai dari manufaktur canggih hingga sektor baterai, termasuk produksi dan daur ulang. Pendekatan manajemen rantai pasok berpindah dari just-in-time ke just-in-scale untuk meningkatkan resiliensi industri.

Berita terkait