Ahli BRIN-Nottingham University Merapat ke Istana, Bahas Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pakar dari berbagai universitas dan lembaga ke Istana Negara pada Kamis (24/9/2026) untuk membahas pengelolaan lahan gambut dan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Para ahli yang hadir antara lain dari Nottingham University, Universitas Gadjah Mada, ITB, IPB, dan BRIN. Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa kawasan hidrologis atau lahan gambut di Indonesia mencapai 24 juta hektare, dengan aturan pemanfaatan maksimal 70% dan fungsi lindung 30%. Ia menekankan pentingnya desain penggunaan berkelanjutan karena 41 juri penduduk bergantung pada kawasan gambut tersebut.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani akan melaporkan pemantauan ketersediaan air di lahan gambut, terutama terkait kondisi cuaca panas saat ini. Diskusi juga mencakup rekomendasi tanaman yang cocok serta alternatif penggunaan untuk gambut dangkal kurang dari 1 meter. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan komitmen presiden terhadap lahan gambut, dengan enam provinsi prioritas penanggulangan Karhutla berbasis gambut: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.44
Pakar dan Akademisi Diundang Prabowo, Rapat Lahan Gambut
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.34
Prabowo Panggil Bagus Muljadi dan Jajaran Akademisi ke Istana
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 17.05
Prabowo Ajak Akademisi Cari Solusi Pengelolaan Lahan Gambut
Detik.com · 24 September 2026 pukul 16.49
Prabowo Rapat Karhutla di Istana, Menhut: Kalsel-Kalteng Konsentrasi Utama
Berita terkait
Prabowo Undang Akademisi ke Istana, Diskusi Penanganan Karhutla dan Lahan Gambut
kumparan · 24 September 2026 pukul 13.38
Prabowo Panggil Sejumlah Ahli Bahas Mitigasi Kebakaran Hutan
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 12.51
Langit Kalimantan Jadi Oranye Pekat di Tengah Karhutla, Apa Sebabnya?
kumparan · 22 September 2026 pukul 13.45
Malaysia Tawarkan Pesawat Bombardier & Helikopter untuk Bantu RI Atasi Karhutla
kumparan · 18 September 2026 pukul 11.28