Ahli Sebut Erupsi Gunung Api Murni Dinamika Tektonik Bumi, Bukan Rekayasa Teknologi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menyatakan bahwa klaim erupsi gunung api disebabkan oleh rekayasa teknologi atau senjata konspirasi tidak masuk akal secara ilmu kebumian. Menurutnya, erupsi gunung api merupakan pelepasan energi endogenik bumi berskala sangat masif yang tidak mungkin disimulasi, dibangkitkan, atau dikendalikan oleh teknologi buatan manusia. Energi yang memicu erupsi berasal dari dinamika mantel bumi pada kedalaman puluhan hingga ratusan kilometer di bawah permukaan. Erupsi terjadi ketika magma naik akibat gaya apung karena densitasnya yang lebih rendah dibandingkan batuan sekitar, disertai penumpukan tekanan gas seperti uap air, karbon dioksida, dan sulfur dioksida. Daryono menekankan bahwa fenomena alam ini merupakan bagian dari proses tektonik bumi yang alami dan tidak dapat dimanipulasi oleh teknologi konvensional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 8 September 2026 pukul 09.15
KSP Singgung Konspirasi HAARP di Balik Erupsi Gunung Api, Pakar: Tidak Masuk Akal!
Berita terkait
Viral Pernyataan Tenaga Ahli KSP soal Antek Asing Dibalik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
JawaPos · 7 September 2026 pukul 22.45
Anak Krakatau Muncul di Permukaan Laut Hampir 100 Tahun, Ini Jejaknya
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.33
Pramono Perpanjang PJJ di Jakarta Sampai Besok, Tak Ada WFH
VOI · 7 September 2026 pukul 16.55
Semeru Jadi Gunung Paling Sering Erupsi dalam 100 Hari Terakhir
kumparan · 7 September 2026 pukul 13.25