Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Akademisi hingga Mahasiswa Bedah Pendekatan Spiritual dalam Kesejahteraan Sosial

Kementerian Sosial melalui Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung menggelar Seminar Nasional bertajuk 'Layanan Pendampingan Spiritual, Emosional, dan Kemanusiai (Chaplaincy) dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial' pada Rabu, 23 September 2026. Seminar ini diikuti oleh sekitar 650 peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, praktisi pelayanan sosial, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Tujuannya adalah mengulas pendekatan kesejahteraan sosial yang tidak hanya fokus pada aspek fisik dan materi, tetapi juga mencakup pendampingan spiritual, emosional, dan kemanusiaan secara komprehensif.

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Ishaq Zubaedi Raqib, menekankan bahwa penguatan layanan kesejahteraan sosial membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki wawasan luas dan kemampuan untuk memahami kebutuhan penerima layanan dari berbagai dimensi. Direktur Poltekesos, Suharma, menambahkan bahwa pelayanan harus melihat manusia secara utuh, termasuk kondisi emosional, spiritual, dan kebutuhan mendapatkan dukungan secara manusiawi. Hasil seminar diharapkan dapat dikembangkan menjadi modul pembelajaran untuk para pekerja kesejahteraan sosial.

Para narasumber, termasuk RR Rhetno Arobiatul Jauzak dan Lina Favourita Sutiaputri, menjelaskan bahwa pendekatan spiritual dalam kesejahteraan sosial berperan penting untuk memulihkan martabat dan resiliensi penerima bantuan. Chaplaincy diharapkan dapat mengubah pola pikir penerima bansos agar tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah, melainkan mampu mandiri setelah memahami makna hidup secara spiritual.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait