Akankah Korsel Dicampakkan AS?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Trump memerintahkan Pentagon mengurangi latihan militer UFS di Korea Selatan secara signifikan karena dianggap mengirim sinyal tidak pantas ke Korea Utara. Trump menyatakan kekecewaan karena Seoul tidak mendukung Amerika Serikat dalam perang melawan Iran, sekaligus mengungkapkan kepercayaan tinggi pada hubungan dengan Kim Jong Un. Latihan yang dijadwalkan pada 17-27 Agustus akan melibatkan 18.000 tentara Korea dan 28.500 personel AS, tetapi sebagian masyarakat Korea Selatan protes karena khawatir meningkatkan ketegangan dan risiko perang nuklir. Di samping itu, Korea Utara sering menguji senjata misilnya saat latihan berlangsung, seperti meluncurkan rudal balistik ke Laut Jepang pada 12 Agustus.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.10
Trump 'Selingkuhi' Korsel Demi Kim Jong Un, Beri Pesan Menohok Ini
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.18
Ditanya Soal Kim Jong Un, Trump Ngamuk ke Wartawan: Diam! Diam!
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 08.57
Trump Ancam Bom Oman Jika Ganggu Kesepakatan Selat Hormuz: Akan Kami Hancurkan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 08.28
Harga Minyak Mentah Naik 2,65 Persen, Pasar Khawatir Trump Serang Oman
Berita terkait
Trump Kurangi Latihan Militer dengan Korsel, AS Takut dengan Ancaman Korut?
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 16.08
Korut Ngamuk, AS dan Korsel Latihan Militer Besar-besaran
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.10
Kim Jong Un Makin Keras, Korsel Satukan Kekuatan Militer dengan AS
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 21.30
Trump: Iran Harusnya Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah!
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.27