Trump mengaku ingin bertemu pemimpin Korut sebelum akhir tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Presiden AS Donald Trump menyatakan ingin bertemu langsung dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebelum akhir tahun ini. Dalam pernyataannya, Trump juga menyampaikan bahwa Korut memiliki "57 senjata nuklir yang sangat kuat" dan menegaskan sikapnya tidak akan membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir. Trump berusaha bernegosiasi dengan Iran terkait isu nuklir sambil sekaligus mendekati Korut. Ia mengklaim bahwa situasi dengan Kim "akan baik-baik saja" selama AS memiliki presiden yang cerdas. Trump tidak memberikan rincian tentang pertemuan yang dimaksud, termasuk apakah sudah mengirimkan surat kepada Kim. Korut telah lama mendesapkan pengakuan sebagai negara bersenjia nuklir sebagai syarat untuk melanjutkan perundingan dengan Washington. Pada 2018, Trump menjadi presiden AS pertama yang bertemu dengan Kim di Singapura, diikuti dua pertemuan lagi pada 2019, namun kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan konkret. Lembaga Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm memperkirakan Korut telah merakit sekitar 60 hulu ledak nuklir dan memiliki bahan fisik untuk membuat setidaknya 30 lagi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 22.00
Trump Ngemis Mau Ketemu, Kim Jong Un Beri Syarat Super Berat
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 20.27
AS Dianggap Kehilangan Kredibilitas, Sanksi Terberat pada Iran Tak akan Berhasil
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.20
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 16.38
Trump Sebut Selat Hormuz Wilayah AS, Rusia: Selera Humor yang Sangat Istimewa
Berita terkait
Trump Ungkap Perang Iran Bisa Berakhir Segera, Mungkin Tepat setelah Pemilu
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 11.31
Trump Ancam Ledakkan Iran Usai Negosiasi Buntu
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 16.41
Trump Bikin Iran Makin Panas, Harga Minyak Tembus US$ 103 per Barel
Detik.com · 30 September 2026 pukul 11.39
IRGC Sebut Trump Pembohong Besar, AS Gagal dan Harus Tinggalkan Timur Tengah
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 17.39