Akhir Polemik Isu Pemakzulan Masinto dari Kursi Bupati Tapteng
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Isu pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu yang diwacanakan oleh lima fraksi DPRD Tapteng (Gerindra, NasDem, Golkar, PKB, dan PAN) berakhir damai setelah intervensi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Fraksi-fraksi tersebut mengkritik pengelolaan APBD yang dinilai tidak profesional, penyerapan anggaran rendah hanya mencapai 30% per Agustus 2026, dan penanganan bantuan pascabencana yang dianggap suboptimal. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga mendukung penyelesaian masalah ini, menekankan pentingnya penanganan bencana yang menjadi prioritas bagi masyarakat Tapteng yang merupakan daerah rawan bencana. Menurut Wakil Ketua DPRD Tapteng Joneri Sihite, salah satu alasan pemakzulan adalah Masinton dianggap tidak mempedulikan aspirasi DPRD, termasuk adanya 60% OPD yang masih terisi Plh meskipun sudah menjadi pejabat definitif. DPRD juga menyetujui sembilan dari sepuluh poin anggaran untuk Ranperda APBD 2027, termasuk alokasi Rp10 miliar untuk pertanian dan nelayan, Rp20 miliar untuk beasiswa keluarga korban bencana, hingga Rp3 miliar untuk becak. Satu poin yang ditolak adalah pembangunan kantor bupati sebesar Rp111 miliar (70% sudah terpakai), karena DPRD menilai penanganan bencana lebih penting.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.05
DPRD Tapteng Batal Makzulkan Bupati Masinton Usai Dimediasi Mendagri
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 13.00
PDIP Buka Suara soal Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Masinton
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.40
Mendagri Turunkan Tim Mediasi Usai Wacana Pemakzulan Masinton Bergulir
Berita terkait
Akhir Polemik Isu Pemakzulan Masinton dari Kursi Bupati Tapteng
kumparan · 12 September 2026 pukul 06.00
Dinamika di Tapteng, Ketua Gerindra Sumut Dukung Stabilitas Pemerintahan
Detik.com · 8 September 2026 pukul 10.07
Gerindra Tarik Pernyataan soal Wacana Pemakzulan Bupati Masinton
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 08.49
Masinton Pasaribu Buka Suara soal Ancaman Pemakzulan, Sebut Ada Skenario Politik
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.13