Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Akibat Karhutla di Kalimantan, BNPB Minta Warga Kalteng dan Kalbar Pakai Masker

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk menggunakan masker ketika intensitas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tinggi, terutama pada pagi hari. Imbauan ini disampaikan setelah kondisi asap di kedua wilayah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk mencegah risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pemerintah daerah dan pusat turut mendistribusikan masker ke wilayah yang kondisi asapnya tinggi. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen Djohan Darmawan, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers daring pada Sabtu, 22 Agustus 2020.

Dalam penanganan karhutla, lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama. Meskipun api di lahan gambut dapat padam selama pemadaman, kemungkinan besar akan muncul kembali ketika terdampak oleh angin, terutama karena perbedaan kedalaman lahan gambut di setiap provinsi. BNPB juga menyiagakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung upaya pemadaman. Di Kalbar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pertumbuhan awan pada 23 hingga 27 Agustus, sehingga OMC siap dilaksanakan untuk menyemaian awan guna menghasilkan hujan buatan yang dapat membantu tim darat dalam memadamkan api.

Pemerintah daerah dan satuan teritorial terus mengoptimalkan dukungan personel, peralatan, dan logistik untuk memperkuat Satgas Darat dalam penanganan karhutla. Menurut Djohan, penyediaan logistik dan alat-alat untuk mendukung operasi pemadaman terus berlangsung. Upaya ini dilakukan di enam provinsi yang terdampang akibat karhutla.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait