Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Akibat Perang Iran, Irak Mulai Kehabisan Dana

Dampak perang Iran terhadap Israel dan AS mulai terasa di Irak melalui blokade Selat Hormuz. Sejak akhir Februari, Iran memblokade jalur strategis tersebut, sehingga ekspor minyak Irak yang biasanya melewati jalur itu (80-90% sebelumnya) mengalami penurunan drastis. Pada Maret, ekspor minyak Irak turun 83% dibandingkan tahun sebelumnya, dan pada Mei, anjlok hingga 97%. Karena hampir seluruh anggaran negara (85-90%) bergantung pada ekspor minyak, pemerintah Irak kesulitan membayar gaji pegawai negeri. Ribuan pekerja seperti guru dan dokter di Mosul mengalami keterlambatan gaji selama tiga bulan terakhir, memicu protes kecil di berbagai wilayah.

Pemerintah Irak berupaya menurunkan ketergantungan pada Selat Hormuz dengan mengembangkan jalur alternatif seperti pipa ke Turki, transportasi truk ke Suriah, dan rencana mengaktifkan kembali pipa minyak ke Lebanon. Perdana Menteri Ali al-Zaidi juga meminta Iran memberikan izin khusus untuk mengekspor minyak melalui Selat Hormuz. Namun, menurut para pakar, langkah jauh lebih penting adalah reformasi struktural untuk mengurangi korupsi dan mendorong sektor swasta. Data terbaru menunjukkan belanja pemerintah turun 25% pada Mei, dengan 99% dialokasikan untuk gaji, pensiun, dan bantuan sosial, menyisakan sedikit dana untuk investasi lain.

Para ahli khawatir keterlambatan gaji yang berkepanjangan bisa memicu protes yang lebih luas, terutama jika disertai krisis listrik, inflasi, dan layanan publik yang memburuk. Mereka menekankan bahwa krisis ini bisa menjadi peluang bagi reformasi, namun pertanyaannya adalah apakah tekanan politik akan bertahan setelah situasi langsung mereda.

Berita terkait