Aksi Protes Pelajar di Prancis Diwarnai Kekerasan, Politik Turut Memanas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aksi protes pelajar di Prancis selama beberapa hari terakhir tidak hanya menjadi aksi unjuk rasa, tetapi juga berubah menjadi aksi yang melibatkan kekerasan massal. Perdana Menteri Sebastien Lecornu menuduh partai kiri ekstrem La France Insoumise (LFI) berada di balik aksi kekerasan tersebut, mengklasifikasikannya sebagai 'manuver terorganisir'. Koordinator LFI, Manuel Bompard, membantah tuduhan ini dan menyatakan bahwa aksi protes tersebut merupakan respons spontan terhadap kondisi pendidikan yang buruk. Pemimpin LFI, Jean-Luc Melenchon, juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan represi terhadap para pelajar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 16.20
Demo Mahasiswa Berlanjut, 400 Sekolah dan Kampus di Prancis Ditutup
Berita terkait
Rincian Anggaran Progam Prabowo 2027, Rp 4.106 T Siap Dibelanjakan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 14.03
Kaji PTSBH
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 08.24
Perbarui Sasaran Penerima MBG, BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 04.00
Guru di Medan Diduga Pukul 10 Siswa Mengundurkan Diri
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 09.36