Demo Mahasiswa Berlanjut, 400 Sekolah dan Kampus di Prancis Ditutup
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lebih dari 400 sekolah dan perguruan tinggi di Prancis ditutup akibat protes mahasiswa yang menuntut perbaikan pendidikan, termasuk pengurangan kekurangan guru, perbaikan bangunan sekolah yang rusak, dan penyediaan materi pembelajaran. Protes yang awalnya di lycée wilayah Paris pada bulan lalu kemudian menyebar ke seluruh negara pada minggu ini. Menteri Pendidikan Edouard Geffray menyatakan 735 institusi terdampak pada Jumat, penurunan 30% dibandingkan hari sebelumnya. Tiga personel layanan darurat mengalami cedera, menurun dari 31 orang sehari sebelumnya. Pemerintah berupaya menyeimbangkan empati terhadap remaja yang frustasi dengan seruan menjaga ketenangan di sekolah, terutama menjelang pemilihan presiden. Menteri Eropa dan Luar Negeri Jean-Noel Barrot menekankan hak berunjuk rasa tetapi menolak kekerasan dan penyalahgunaan muda demi kepentingan politik. Di antara yang paling parah, Lycée Mandela di Nantes mengalami kebakaran di pintu masuk dan diperkirakan tidak dapat beroperasi hingga pertengahan Oktober.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 06.23
Chaos! Pelajar Demo Massal, Rusuh dengan Polisi-5.000 Orang Ditangkap
Berita terkait
Hampir 80 orang terluka akibat aksi unjuk rasa pelajar di Prancis
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 22.46
440 Orang Ditangkap saat Demo Pelajar di Prancis, 48 Polisi Terluka
Detik.com · 30 September 2026 pukul 07.41
Guru di Medan Diduga Pukul 10 Siswa Mengundurkan Diri
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 09.36
Mobil Tabrak Kerumunan di Caen Prancis, 2 Tewas dan 10 Luka-luka
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.39