Aktivitas Gunung Lewotolok Meningkat Pascagempa NTT, Radius Bahaya Diperluas 3 Km
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT mengalami peningkatan aktivitas vulkanik setelah gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Badan Geologi memperluas radius bahaya menjadi 3 km di sektor selatan dan tenggara. Aliran lava bergerak dari 400 meter menjadi 1.200 meter dari bibir kawah. Pada 18 Agustus, tercatat 113 gempa erupsi, 12 gempa hembusan, 31 tremor nonharmonik, serta 158 letusan dengan tinggi 100-500 meter. Masyarat dilarang masuk radius 2 km, atau 3 km di sektor selatan dan tenggara. Bantuan gempa mencapai Rp4,359 miliar dengan 253 ton logistik telah dikirim.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 12.06
400 Sekolah Terdampak Gempa NTT, DPR Minta Proses Belajar Mengajar Terus Berjalan
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 21.45
Mendagri Siapkan Rencana Prioritas Penanganan Korban Gempa di NTT
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 11.00
Purbaya Siapkan Duit Rp5 Triliun Untuk Tangani Gempa NTT
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 09.45
Jalur Laut Ditempuh, Logistik Gempa NTT Rp1,2 M Berlayar ke Ende
Berita terkait
Badan Geologi: Status Gunung Anak Krakatau Turun Menjadi Waspada
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 04.00
Gunung Semeru Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
kumparan · 16 September 2026 pukul 12.02
Badan Geologi: Peta Merah SO2 Bukan Berarti Udara Jakarta Berbahaya
Detik.com · 7 September 2026 pukul 22.07
Badan Geologi: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Sudah Berakhir
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 11.12