Badan Geologi: Peta Merah SO2 Bukan Berarti Udara Jakarta Berbahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan peta satelit berwarna merah yang menunjukkan kandungan SO2 di atas Jakarta dan Jawa Barat berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Peta merah menunjukkan konsentrasi SO2 di lapisan atmosfer, bukan kualitas udara permukaan yang berbahaya bagi masyarakat. SO2 adalah gas beracun yang tidak berwarna, tetapi bahaya tergantung ketinggiannya di troposfer. Pemerintah imbau warga waspada bau belerang, membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan tidak meminum air hujan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 11.12
Badan Geologi: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Sudah Berakhir
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 10.46
Masih Siaga! Update Terbaru Erupsi Gunung Anak Krakatau 7 September
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 10.02
Badan Geologi: Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 18.46
Kualitas Udara Memburuk, Produktivitas Masyarakat Terancam Abu Anak Krakatau
Berita terkait
Masih Erupsi, Badan Geologi Ungkap Potensi Bahaya Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 11.40
Sejarah Letusan Anak Krakatau, Gunung Ini Terus Tumbuh dari Laut
Detik.com · 5 September 2026 pukul 22.32
Gunung Anak Krakatau Erupsi Senin 24 Agustus 2026, Kolom Abu Capai 250 Meter, Status Masih Siaga
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 10.30
Pramono Ungkap Abu Anak Krakatau Menurun, Jakarta Tetap Lakukan Penyemprotan Jalan hingga Besok
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.50