Alan, Warga Subang Kembangkan Daun Nanas Menjadi Eco Fashion
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Alan Sahroni, warga Desa Cikadu, Kabupaten Subang, berhasil mengubah limbah daun nanas yang sebelumnya dibakar dan menyumbangkan emisi gas serta lonjakan kasus ISPA (878 kasus pada 2020) menjadi komoditas eco-fashion bernilai ekonomi tinggi. Bersama dukungan Pertamina EP Subang Field melalui program Pesona Subang dan Serat Cinta, ia membentuk kelompok Pinlefi yang memanfaatkan serat daun nanas dan batang pohon pisang untuk menghasilkan benang, kain, dan produk ramah lingkungan secara zero waste. Alan juga memodifikasi mesin dekortikator menjadi multifungsi untuk mengolah berbagai jenis serat. Program ini telah memberdayakan 44 warga lokal dengan kapasitas produksi 160 kg serat kering per bulan, memberikan pendapatan tambahan bagi petani dan sumber hidup bagi penenun serta operator mesin. Prestasinya pun mendapat pengakuan dengan penghargaan Gold Best Local Hero pada CID Upstream Award 2026.
Bagikan
Berita terkait
Mantap! Pertamina Eco RunFest 2026 Hadirkan Jersey Ramah Lingkungan
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 15.16
Elektrifikasi Tambang Jadi Strategi SUN Energy Tekan Biaya dan Mandiri Energi
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 10.03
Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Sumber Energi Terbarukan terus Diperkuat
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 14.49
Shana Fatina Bakal Bicara Karier Bidang Sustainability di Pertamina Talks
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 20.36