Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Sumber Energi Terbarukan terus Diperkuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemanfaatan limbah dan residu pertanian sebagai sumber energi terbarukan semakin dikembangkan di Indonesia untuk mendukung transisi energi nasional. Langkah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi hasil samping pertanian bagi masyarakat. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) membangun ekosistem biomassa yang menghubungkan sektor pertanian dan energi melalui rantai pasok dari hulu hingga hilir, melibatkan petani, kelompok tani, badan usaha, dan pemerintah daerah.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, meraih FSII Innovation Award 2026 atas kepemimpinannya dalam percepatan pengembangan biomassa untuk transisi energi. Penghargaan diberikan dalam The 12th Inagritech 2026-Indonesia International Agriculture Technology Expo. Upaya ini mendukung program cofiring pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan menggunakan biomassa sebagai bahan bakar alternatif.
PLN EPI menargetkan penyerapan 10 juta ton biomassa pada 2030 untuk mendukung target Net Zero Emissions 2060. Potensi biomassa nasional mencapai 80 juta ton per tahun, yang dapat dimanfaatkan untuk produksi biohidrogen. Pengembangan ini juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di sektor pertanian melalui model spoke-hub dan digitalisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 07.41
IndoEBTKE ConEx 2026 Hadir 2 September, Dorong Kolaborasi Net Zero RI
Berita terkait
PLN Targetkan 100 Persen Kendaraan Operasional Listrik pada Akhir 2026
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 21.21
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Bali untuk Groundbreaking PLTS Gilimanuk Rp6 Triliun
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 15.27
Transisi Energi Hijau: Prabowo Pelopori PLTS 100 GWp dan Pensiunkan PLTD 13 GW
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 14.15
Alirkan Energi untuk Masa Depan Indonesia
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 09.40