Alasan Pengusaha Masih Tahan Rekrut Karyawan, Sektor Ini Terbanyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dunia usaha masih menahan diri dalam merekrut karyawan akibat permintaan yang belum kuat, ketidakpastian biaya energi dan logistik, serta ketidakpastian kebijakan pemerintah. Menurut Erwin Aksa dari Kadin Indonesia, perusahaan hanya akan menambah pegawai tetap jika yakin permintaan akan meningkat dan pasar ekspor stabil. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh biaya pembiayaan, produktivitas tenaga kerja, dan kepatuhan regulasi.
Erwin menekankan bahwa pemerintah perlu menciptakan kepercayaan (confidence) agar investasi dan perekrutan bisa berjalan. Pertumbuhan ekonomi tidak cukup diukur dari angka saja, tetapi juga dari seberapa banyak lapangan kerja yang diciptakan. Investasi harus ditujukan pada sektor yang tidak hanya padat modal, tetapi juga menyerap banyak tenaga kerja.
Untuk 2027, peluang penyerapan tenaga kerja terbesar ada di sektor manufaktur seperti tekstil, alas kaki, makanan dan minuman, furnitur, konstruksi, perumahan, pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian, agroindustri, dan UMKM. Anggawira dari Hipmi menambahkan, sektor seperti agroindustri, tekstil, manufaktur ekspor, perumahan, dan infrastruktur juga relatif siap. Target pengangguran terbuka 4,30%-4,87% dianggap realistis jika pertumbuhan ekonomi benar-benar padat karya dan diikuti peningkatan kualitas pekerjaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 15.10
Lapangan Kerja Minim, Infrastruktur Rusak: Dedi Mulyadi Minta Maaf
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.43
Ekonomi UEA Terdampak Perang Iran, Benarkah di Ujung Krisis?
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.52
Mencari Mesin Baru Buat Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Prabowo
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 06.59
IHSG Diprediksi Naik, Investor Tunggu Bank Indonesia Umumkan Suku Bunga
Berita terkait
Targetkan Ekonomi 2026 Tumbuh 6 Persen, Prabowo Pamer Investasi Rp 1.010 Triliun
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
Prabowo Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6% pada 2026
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 12.17
Prabowo Pamer Investasi Capai Rp 1.010 T pada Semester I, Serap 1,4 Juta Pekerja
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 11.21
Harga Emas Hari Ini Tergelincir Imbas Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 06.50