Alasan Pengusaha Masih Tahan Rekrut Karyawan, Sektor Ini Terbanyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dunia usaha masih menahan diri dalam merekrut karyawan akibat permintaan yang belum kuat, ketidakpastian biaya energi dan logistik, serta ketidakpastian kebijakan pemerintah. Menurut Erwin Aksa dari Kadin Indonesia, perusahaan hanya akan menambah pegawai tetap jika yakin permintaan akan meningkat dan pasar ekspor stabil. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh biaya pembiayaan, produktivitas tenaga kerja, dan kepatuhan regulasi.
Erwin menekankan bahwa pemerintah perlu menciptakan kepercayaan (confidence) agar investasi dan perekrutan bisa berjalan. Pertumbuhan ekonomi tidak cukup diukur dari angka saja, tetapi juga dari seberapa banyak lapangan kerja yang diciptakan. Investasi harus ditujukan pada sektor yang tidak hanya padat modal, tetapi juga menyerap banyak tenaga kerja.
Untuk 2027, peluang penyerapan tenaga kerja terbesar ada di sektor manufaktur seperti tekstil, alas kaki, makanan dan minuman, furnitur, konstruksi, perumahan, pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian, agroindustri, dan UMKM. Anggawira dari Hipmi menambahkan, sektor seperti agroindustri, tekstil, manufaktur ekspor, perumahan, dan infrastruktur juga relatif siap. Target pengangguran terbuka 4,30%-4,87% dianggap realistis jika pertumbuhan ekonomi benar-benar padat karya dan diikuti peningkatan kualitas pekerjaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 19.00
Pengangguran Sarjana: Ada Apa dengan Negeri Ini?
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.35
Airlangga Targetkan Dokumen IEU CEPA Ditandatangani Oktober 2026
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 16.59
Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Apindo Deteksi Masalah di Hulu
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 15.10
Rating Agency China Puji Iklim Investasi RI, Sugiono: Ini Kepercayaan Besar
Berita terkait
Arah Kebijakan Ekonomi Pemerintah, Ekonom UI Beri Catatan soal Investasi hingga Lapangan Kerja
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 23.20
Prabowo Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Cuma Kopdes & MBG
Detik.com · 18 September 2026 pukul 05.55
Prabowo Klaim Bakal Investasi Besar-besaran Bakal Masuk RI
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.50
Prabowo Klaim Investasi Besar-besaran Bakal Masuk RI
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.50