Alissa Wahid: Pengurus Baru Bertanggung Jawab Susun Peta Jalan NU 2026-2050
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Alissa Wahid, Ketua Komisi Program Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), menyatakan bahwa penyusunan Peta Jahan NU 2026–2050 menjadi tanggung jawab penuh kepengurusan baru yang terpilih. Peta jalan ini dirancang sebagai kelanjutan arah kepemimpinan pascamuktamar Lampung dan akan menjadi acuan kerja Rais Aam dan Ketua Umum terpilih. Menurut Alissa, dokumen ini harus tetap menjadi acuan selama masa kepemimpinan, termasuk hingga Muktamar ke-36 tahun 2031. Fokus utama peta jalan adalah penguatan organisasi secara menyeluruh, mengingat NU telah memasuki abad keduanya dengan berbagai tantangan seperti era digital, geopolitik global, dan dinamika psikologis masyarakat. Empat pilar utama penguatan khidmah NU akan ditingkatkan, dengan menargetkan 57 persen umat Islam di Indonesia. NU juga tetap memegang tanggung jawab terhadap bangsa dan dunia, sebagai kekuatan sosial kemasyarakatan terbesar di Indonesia. Rangkaian menuju Muktamar ke-35 akan didahului oleh Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar pada April 2026.
Bagikan
Berita terkait
Terpilihnya Nakhoda Baru Nahdlatul Ulama
kumparan · 1 September 2026 pukul 04.45
Kiai Miftahul Akhyar Jadi Rais Am PBNU
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 09.00
AHWA Tetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 07.45
KH Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU Periode 2026-2031
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 00.15