Alumni Harap UIN Jakarta Tak Pakai Cara Intimidasi soal Sengketa Lahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah alumni UIN Jakarta mendesak kampus tak memakai cara intimidasi atau premanisme dalam menyelesaikan sengketa lahan dengan Yayasan TKIP dan SDIP Pamulang, Tangsel. Lebih dari 30 alumni, termasuk nama seperti Ray Rangkuti, Burhanuddin Muhtadi, dan Muhammad Isnur, menandatangani pernyataan sikap yang menolak segala bentuk kekerasan dan meminta kasus diselesaikan melalui jalur hukum. Mereka juga meminta agar UIN Jakarta menahan diri hingga ada putusan yang berkekuatan hukum tetap. Sengketa memanas setelah puluhan orang diduga preman menerobos masuk Sekolah Islam Pamulang pada Sabtu (22/8) pukul 03.00 WIB. Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Pamulang, Ilham Aufa, menyebut aksi tersebut sebagai premanisme dan menuding adaoksi serupa sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa penguasaan sekolah oleh UIN Jakarta tidak memiliki dasar hukum karena Keputusan Menteri Agama yang menjadi dasar telah dibatalkan PTUN Jakarta. Di sisi lain, UIN Jakarta membantah tudingan pengerahan preman dan menyatakan bahwa orang yang hadir adalah sekuriti bertugas menjaga aset negara. Pihak kampus juga menyoroti dugaan penyalahgunaan dana dan aset sekolah oleh pengurus yayasan sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
UIN Jakarta Terlibat Kisruh Panas dengan Sekolah Islam di Pamulang
CNN Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 09.53
Untag Surabaya Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT, Alumni Sumbang Rp97 Juta
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 15.33
Sengketa Lahan PN Payakumbuh, Ahli Waris Tuntut Ganti Rugi Rp 28 M dari Pemkot
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 11.06
UIN Jakarta Alih Kelola TKIP-SDIP Pamulang, Amankan Aset Negara Rp 160 Miliar Lebih
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 11.01