Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Alumni Harap UIN Jakarta Tak Pakai Cara Intimidasi soal Sengketa Lahan

Sejumlah alumni UIN Jakarta mendesak kampus tak memakai cara intimidasi atau premanisme dalam menyelesaikan sengketa lahan dengan Yayasan TKIP dan SDIP Pamulang, Tangsel. Lebih dari 30 alumni, termasuk nama seperti Ray Rangkuti, Burhanuddin Muhtadi, dan Muhammad Isnur, menandatangani pernyataan sikap yang menolak segala bentuk kekerasan dan meminta kasus diselesaikan melalui jalur hukum. Mereka juga meminta agar UIN Jakarta menahan diri hingga ada putusan yang berkekuatan hukum tetap. Sengketa memanas setelah puluhan orang diduga preman menerobos masuk Sekolah Islam Pamulang pada Sabtu (22/8) pukul 03.00 WIB. Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Pamulang, Ilham Aufa, menyebut aksi tersebut sebagai premanisme dan menuding adaoksi serupa sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa penguasaan sekolah oleh UIN Jakarta tidak memiliki dasar hukum karena Keputusan Menteri Agama yang menjadi dasar telah dibatalkan PTUN Jakarta. Di sisi lain, UIN Jakarta membantah tudingan pengerahan preman dan menyatakan bahwa orang yang hadir adalah sekuriti bertugas menjaga aset negara. Pihak kampus juga menyoroti dugaan penyalahgunaan dana dan aset sekolah oleh pengurus yayasan sebelumnya.

Berita terkait