Analisis Pakar Usai Prabowo Buka Kans Reshuffle di 2 Tahun Pemerintahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto membuka peluang reshuffle kabinet menjelang dua tahun pemerintahannya sebagai momentum evaluasi kinerja. Prabowo menilai periode tersebut logis bagi para menteri untuk membuktikan kemampuan mereka, dengan tujuan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang sesuai (the right man in the right place) serta mengganti pejabat yang bermasalah secara hukum.
Pakar politik dari PPI dan Trias Politika menekankan perlunya evaluasi total, terutama di sektor ekonomi dan penegakan hukum, menyusul penurunan tingkat kepuasan publik. Mereka menyarankan penggantian menteri yang berkinerja buruk, kurang dikenal rakyat, atau terlalu terjebak dalam kepentingan politik. Selain itu, muncul rekomendasi untuk merampingkan jumlah menteri dan wakil menteri guna meningkatkan efisiensi pemerintahan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 15.13
Dua Kali Kalah, Baru Sekali Menang, Ini yang Membuat PAN Tetap Bersama Prabowo
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 13.15
Prabowo Singgung 2 Tahun Pemerintahan Momentum Pas untuk Reshuffle
Berita terkait
Kabinet Bakal Dirombak Lagi? Prabowo Buka Peluang Reshuffle, Pengamat Soroti Isyarat Babak Kedua
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.40
Prabowo Buka Kans Rombak Kabinet, NasDem Merasa Tak Berhak Ikutan
Detik.com · 18 September 2026 pukul 05.46
Alarm untuk Menteri Sibuk Politik, Reshuffle Kabinet Prabowo di Depan Mata
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 09.40
Wacana Reshuffle, PKS: Jangan Ada Lagi Anggota Kabinet Kena Kasus Korupsi
Detik.com · 20 September 2026 pukul 16.15