Ancakan dan Endog-Endogan, Warisan Guyub Suku Osing di Hari Maulid Nabi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ratusan warga Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar prosesi Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan menggunakan tradisi khas Suku Osing, yaitu ancakan dan endog-endogan. Mereka berbaris menyusuri jalanan menuju Masjid Nurul Huda, sambil mengikat ancak—wadah makanan tradisional dari pelepah dan daun pisang berisi nasi gurih dan lauk khas—serta menghiasi diri dengan endog-endogan (telur rebus pada bilah bambu dan kertas warna-warni). Di pelataran masjid, ratusan ancak dan hiasan endog-endogan disusun rapi sebelum acara dilanjutkan dengan pembacaan selawat, kitab Barzanji, dan tausiah agama yang menekankan akhlak mulia dan ukhuwah Islamiah. Tradisi ini tidak hanya ritual keagamaan, tetapi juga simbol kebersamaan dan solidaritas. Aturan turun-temurun mengharuskan warga saling bertukar ancak saat makan bersama, sehingga tidak ada yang memakan sendiri. Hal ini mengajarkan nilai kerelaan, menghilangkan sekat sosial, dan memperkuat ikatan antarwarga di kalangan Suku Osing. Tokoh pemuda setempel Mohammad Edy Saputro menyampaikan rasa syukur dan antusiasme warga dalam menjaga tradisi ini.
Bagikan
Berita terkait
6 Negara yang Merayakan Maulid Nabi, Raja Maroko Paling Mengistimewakannya
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 12.10
Hari Bebas Ganji-Genap Berlaku, Catat Tanggalnya dan Wilayahnya
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 09.50
Maulid Nabi 2026, Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Akhlak Jadi Fondasi Peradaban
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 09.15
Foto: Warga Indramayu Ikuti Mandi 'Grujug' di Malam Maulid Nabi
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 09.00