Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ancaman Kekeringan, Legislator Usul Sumur Darurat dan Segera Modifikasi Cuaca

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengingatkan pemerintah agar tidak lengah menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino yang diprediksi BMKG sebagai yang terkuat dalam 150 tahun terakhir. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026, dengan sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan memiliki potensi kekeringan tertinggi. Curah hujan di daerah-daerah tersebut diperkirakan masih di bawah normal hingga awal Oktober.

Dampak kekeringan sudah dirasakan masyarakat, seperti di Kalimantan yang sudah dua bulan tidak turun hujan dan munculnya titik panas serta kabut asap. Daniel Johan mengusulkan dua langkah darurat: pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat dan modifikasi cuaca untuk memicu hujan buatan. Dia menekankan perlunya mitigasi yang terkoordinasi dan dukungan anggaran untuk mencegah dampak lebih buruk, khususnya terhadap ketahanan pangan dan pertanian.

BMKG menjelaskan bahwa puncak kemarau akan berlangsung hingga September, dengan awal musim hujan mulai masuk pada Oktober di wilayah barat Indonesia. Wilayah seperti Jawa rentan karena kebutuhan air tinggi dan populasi padat, sementara Bali dan Nusa Tenggara berisiko kebakaran hutan dan lahan. Perlu antisipasi dini dari berbagai instansi pemerintah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait